![]() |
Konsel, Sultra cerdas com - Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menutup kegiatan rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Menariknya, penutupan ini tidak sekadar menjadi seremoni akhir, tetapi berlanjut dengan aksi nyata melalui kolaborasi bersama Bank Syariah Nasional (BSN).
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah mahasiswa dan sasarannya di lokasi yang unik yakni Pasar Potoro, Minggu (19/4/2026)
Dikesempatan ini, Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah strategis lembaga dalam membentuk karakter mahasiswa yang melek finansial berbasis syariah sejak dini.
"Kami ingin memastikan bahwa Mahasiswa IAI Rawa Aopa tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman praktis mengenai ekonomi syariah." Ujarnya
Menurutnya, Kolaborasi dengan BSN adalah wujud komitmen kami untuk mencetak generasi yang mampu menjadi penggerak ekonomi umat.
Ia mengungkapakan bahwa proses kehidupan kita selalu bertemu dengan cobaan dan ujian. Sehingga tidak ada pilihan. Kecuali, menghadapi dan menyelesaikannya dengan sehormat-hormatnya.
Lebih lanjut, mengakhiri sambutannya Al Asri mengatakan bahwa ia telah mendirikan institusi pendidikan, mulai dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi.
Tempat sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sardin, S.Pd.I., M.Pd., secara simbolis melepaskan tanda peserta sebagai tanda berakhirnya masa orientasi.
Ia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para peserta terbaik yang telah menunjukkan dedikasi selama kegiatan berlangsung.
" Saya berpesan agar transisi dari siswa menjadi mahasiswa diikuti dengan perubahan pola pikir yang mendalam." Pesan Sardin.
Ia berharap mahasiswa yang telah mengenali sistem akademik ini dapat bertransformasi menjadi mahasiswa dalam arti yang sebenarnya, sosok yang kritis, mandiri, dan berdaya.
" Saya mengingatkan kepada Mahasiswa tetap perlu mengedepankan keadaban dan juga wawasan dengan menggiatkan kebiasaan membaca," pesan Sardin yang juga panitia pelaksana dalam kegiatan PBAK kesempatan ini.
Usai kegiatan, dilanjutkan dengan sosialisasi literasi keuangan oleh pihak BSN. Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi kegiatan bukanlah tanpa alasan. Lokasi ini dipilih agar mahasiswa bisa langsung bersentuhan dengan realitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, untuk mengenal lebih jauh BSN sebagai Bank syariah kedua di Indonesia.
Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk membuka rekening sebagai pintu untuk secara langsung terlibat dalam praktik keuangan syariah.
Panitia penyelenggara menyebut Pasar Potoro sebagai Laboratorium Keberdayaan.
Di sini, Mahasiswa diharapkan dapat melihat langsung bagaimana teori keuangan syariah yang disosialisasikan oleh BSN dan dapat diimplementasikan untuk memberdayakan pedagang dan pelaku usaha kecil di lapangan.
Laporan : Dedyansah
