
Kendari,Sultra cerdas com - Laskar Sastra Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menggelar Pentas Arena XVIII dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara.
Ketua panitia, Wahid Nurhidayah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus hiburan bagi masyarakat.
“Kami menghadirkan berbagai penampilan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna dan nilai budaya,” ujarnya.
Dalam Pentas Arena XVIII kali ini, terdapat tujuh penampilan utama yang akan ditampilkan, yakni:
1. Puisi “Aku Melihat Indonesia” karya Bung Karno
2. Musikalisasi puisi “Manusia” karya Fika Faulia
3. Tari 4 etnis Sulawesi Selatan
4. Musikalisasi puisi “Lelaki Air” karya Adhy Rical
5. Dramatisasi Puisi “Simfoni Nusantara”
6. Musikalisasi puisi “Alamat Maut” karya Irianto Ibrahim
7. Teatrikal “Melawan Adat”
Sementara itu, Seniman asal Sulawesi Tenggara yang juga merupakan Pembina Laskar Sastra Universitas Halu Oleo, Ahmad Ridwan Wanderer, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya.
“Pentas ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk perawatan identitas budaya melalui karya-karya anak muda,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat. Panitia pun mengajak seluruh pecinta seni untuk hadir dan menyaksikan langsung Pentas Arena XVIII.
Dengan menghadirkan tujuh penampilan yang beragam, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang apresiasi sekaligus memperkuat semangat berkesenian di kalangan generasi muda.
Penulis: Ardian