
Kolaka, Sultra cerdas com - Landclearing (pengupasan) tanah bukit untuk lokasi pembangunan sekolah rakyat (SR) di Desa Tikonu kecamatan Wundulako, kabupaten Kolaka, mengakibatkan terjadinya erosi lumpur yang menyebabkan sejumlah rumah warga BTN Sangia Nibandera di Desa Tikonu, tergenang lumpur.
Salah seorang warga BTN , Nur, mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, selama kurang lebih lima tahun dirinya bersama keluarga menghuni perumahan tersebut, baru kali ini terjadi banjir lumpur .
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas LandClearing atau pengatingan tanah diatas bukit BTN yang akan dijadikan lokasi pembangunan sekolah rakyat.
Nur dan warga BTN berharap, pelaksana proyek kegiatan bisa menghentikan proses pengatingan bukit sementara dan membuatkan galian pengendalian tanah sehingga lumpur tidak bergeser masuk ke pemukiman warga. "Apa artinya pembangunan, kalau harus mengorbankan masyarakat," katanya.
Hal senada dikatakan kepala desa Tikonu, Sabaruddin. Ia membenarkan adanya erosi lumpur yang bergerak hingga ke pemukiman warga BTN Sangia Nibandera.
Karena itu, Sabaruddin berharap, pelaksan a dan pengawas kegiatan bisa menghentikan aktivitas sementara , sambil menunggu tim AMDAL bekerja.
Menurutnya, masyarakat mendukung setiap pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, tetapi bukan berarti harus mengorbankan masyarakat, karena pembangunan hadir untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. (*)