
Kendari, Sultra cerdas com. – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kendari mendesak pemeriksaan menyeluruh atas temuan 15 jeriken berkapasitas masing-masing 35 liter yang diduga berkaitan dengan pengisian BBM di SPBU Rabam, Kota Kendari. Temuan tersebut diinformasikan oleh akun Instagram RuangSultra pada Kamis (15/10/2026).
Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Kendari, Kristian Abil Kornelis, menyebut total kapasitas jeriken tersebut mencapai 525 liter. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan pengisian dan dugaan pelanggaran distribusi BBM harus dipastikan melalui penyelidikan pihak berwenang.
GMKI Kendari meminta Wali Kota Kendari memperkuat pengawasan distribusi BBM, berkoordinasi dengan Satpol PP, kepolisian, instansi terkait, dan Pertamina untuk menelusuri temuan tersebut, serta mengambil tindakan sesuai hukum apabila terbukti terjadi pelanggaran.
“Kami meminta kepada Wali Kota Kendari untuk tidak pasif menunggu masalah timbul, tetapi segera mengambil tindakan koordinatif dan pencegahan sesuai dengan wewenangnya,” tegas Kristian.
GMKI juga mendorong transparansi dalam penyampaian perkembangan penanganan kasus kepada publik, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Menurut GMKI Kendari, pengawasan distribusi BBM yang ketat dan berkelanjutan diperlukan untuk melindungi kepentingan masyarakat serta mencegah potensi penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi.