
Koltim, Sultra cerdas com - Keberadaan PT. Sari Asri Rejeki Indonesia (Sari) di Kolaka Timur (Koltim) dinilai membawah dampak positif terhadap perputaran ekonomi dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat.
Pasalnya, sejak Perusahaan ini beroperasi hingga sekarang para Karyawa atau tenaga Kerja yang direkrut adalah Masyarakat sekitar yang berkedudukan di Wilayah Koltim.
Tak hanya berkontribusi terhadap perputaran Ekonomi, keberadaan Perusahaan ini tentu dapat berkontribusi terhadap pembangunan Daerah melalui perpajakan termasuk CSR kontribusi sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya .
Diketahui, PT. Sari Asri Rejeki Indonesia merupakan perusahaan perkebunan Kelapa Sawit yang beroperasi di Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur Koltim) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Di mana Perusahaan ini telah berdiri sejak beberapa Tahun silam atau sejak era Pemerintahan dan kepemimpinan Bupati Pertama Kabupaten Kolaka Timur H. Tony Herbiansyah.
Kendati, Perusahaan ini sering diterpa berbagai tantangan terkait dengan komplit Lahan dan bahkan Perusahaan ini sempat menjadi sorotan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) beberapa Tahun lalu, namun perusahaan tersebut diperkirakan masih menghasilkan Ratusan Ton Buah Kelapa Sawit setiap panen.
Tentu saja, saat panen dan perawatan Lahan perusahaan ini tetap menyerap tenaga kerja, sehingga para Karyawan yang berasal dari Masyarakat Koltim itu sendiri tidak kehilangan pekerjaan dan terus mendapatkan kompensasi dari Perusahaan, sehingga hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Koltim.
Sesuai amatan, Perusahaan ini telah memberikan manfaat signifikan terhadap Masyarakat sekitar seperti, terciptanya lapangan kerja, memenuhi kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi mendorong roda Ekonomi ataupun pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Daerah melalui pajak.
Beberapai dampak positif keberadaan PT. Sari maka tentunya masyarakat berharap agar perusahaan ini terus berkembang dan dipertahankan karena satu-satunya Perusahaan besar yang bergerak dibidang perkebunan Kelapa Sawit di Koltim hanya PT Sari.
"Tentu dengan adanya perusahaan ini, maka ada uang yang masuk beredar di Wilayah Kabupaten Kolaka Timur,"ujar salah satu Warga.
Mengingat di Koltim belum ada Perusahaan Tambang Nikel dan pemasok PAD yang bisa diandalkan untuk menopang PAD maka tentunya Ia berharap agar PT. Sari jaya dan dipertahankan serta terus dikembangkan di Wilayah Kabupaten Kolaka Timur.
Hanya saja PT. Sari hingga sekarang masih terkendala oleh gugatan dari KLHK terkait kasus karhutla, dimana perusahaan ini dikabarkan dituntut bayar ganti rugi berkisar ratusan miliar sementara lahan PT Sari sendiri diperkirakan mengalami kerugian kurang lebih 300 Hektare (Ha) karena terbakar.
Dengan adanya hambatan yang dialami Perusahaan ini, maka masyarakat mengharapkan agar pihak Pemda bisa menengahi dan mencari solusi untuk membantu penyelesaian kasus tersebut sehingga Perusahaan ini tetap berdiri dan berkembang di Wilayah Kolaka Timur.
Laporan. : team Red