Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI

Pasang Iklan Halaman Atas

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI
.

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lembaga Investigasi Negara Soroti Kenaikan Harga BBM, Picu Naiknya Harga Pokok

YUK ! BACA INFORMASI DARI SULTRACERDAS.COM SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA BY MARJUNUS
Kamis, 11 Juni 2026 | Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-12T05:36:33Z


Konsel,
Sultra cerdas com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Rabu 10 Juni 2026 mendapat sorotan tajam dari Lembaga Investigasi  Negara (LIN). (kordinator investigasi) Dedyansah.


Ia menilai, kebijakan tersebut semakin menambah beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang melemah, nilai tukar rupiah yang tertekan, serta kondisi fiskal daerah yang ikut terdampak.


Deddy menggambarkan, situasi saat ini dengan pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, karena masyarakat dinilai sedang menghadapi tekanan berlapis dari berbagai kebijakan ekonomi.


“Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Di tengah pemotongan anggaran yang hebat dari pemerintah, dibarengi pula dengan kenaikan BBM yang melambung tinggi. Ekonomi terpuruk, daya beli masyarakat semakin lemah, rakyat semakin menderita,” Tegas  Deddy sapaan akrabnya ,Ju'mat (11/6/2026).


Ia menambahkan,  kondisi tersebut semakin berat dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah menembus kisaran Rp18 ribu per dolar AS.


“Tuhan, cobaan apa lagi yang akan diberikan kepada negeriku tercinta. Ini dosa siapa? Sedih, tapi itulah realita saat ini,” ungkapnya


Berdasarkan penyesuaian harga terbaru, Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sedangkan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap di harga Rp10.000 per liter, dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.


Deddy menilai, dampak kebijakan tersebut juga akan dirasakan oleh daerah, termasuk Kabupaten konawe selatan (konsel) yang saat ini tengah menghadapi tekanan fiskal.


Kondisi fiskal  disebut sedang berada di bawah tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, yang berdampak pada penyesuaian belanja daerah serta keterbatasan ruang fiskal untuk pembangunan.


Deddy memperkirakan kenaikan BBM akan memicu efek domino di berbagai sektor. Biaya transportasi berpotensi naik dan diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok serta jasa lainnya.


“Pertamax naik, sebentar lagi tarif angkutan pasti naik juga. Apa-apa pasti ikut naik, sementara pendapatan masyarakat tidak ikut naik. Solusi cerdas dari pemerintah sangat ditunggu masyarakat,” tegasnya.


Ia berharap pemerintah pusat dapat lebih bijak dalam menetapkan kebijakan ekonomi yang berdampak langsung ke daerah, terutama di tengah kondisi fiskal yang masih tertekan dan daya beli masyarakat yang melemah.


Laporan  : Subarman

×
Berita Terbaru Update