Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI

Pasang Iklan Halaman Atas

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI
.

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa Hukum Tata Negara Kelas Hibrid Kolaka Timur Ikuti Kuliah Perdana

YUK ! BACA INFORMASI DARI SULTRACERDAS.COM SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA BY MARJUNUS
Kamis, 20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T14:04:32Z


Koltim, Sultra Cerdas com - Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., membuka kegiatan kuliah umum bagi mahasiswa baru kelas hibrid yang berlangsung di Desa Wonuamboteo, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Kamis (20/8/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa didampingi Ketua Dewan Pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., serta pengelola Kelas Hibrid Jurusan Hukum Tatanegara, Hasmadin, S.Pd.


Kuliah perdana tersebut diikuti mahasiswa baru Jurusan Hukum Tatanegara. Kegiatan ini bertujuan memberikan tambahan wawasan keilmuan sekaligus pemahaman dasar kepada mahasiswa sebelum memasuki proses perkuliahan.


Dalam penyampaiannya, Dr. Basrin Melamba menjelaskan pentingnya memahami perbedaan antara ilmu dan pengetahuan. Menurutnya, pengetahuan merupakan sesuatu yang belum melalui proses pengujian atau verifikasi, sedangkan ilmu telah melalui proses pengujian dan dapat dibuktikan kebenarannya.


“Pengetahuan (knowledge) diperoleh melalui proses melihat, meraba, mencium, atau berbagai cara lainnya. Sementara ilmu (science) diperoleh melalui metode ilmiah, langkah, teknik, dan prosedur yang sistematis,” jelasnya.


Ia menambahkan, pemahaman mengenai ilmu dan pengetahuan sangat penting bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa hukum. Menurutnya, seseorang yang memiliki pengetahuan tentang hukum belum tentu memiliki pemahaman keilmuan hukum yang diperoleh melalui proses akademik dan metode ilmiah.


Meski memiliki perbedaan, kata Basrin, ilmu dan pengetahuan juga memiliki persamaan, yakni sama-sama lahir dari keinginan manusia untuk mencari kebenaran dan memahami dirinya serta lingkungan di sekitarnya.


“Mahasiswa sebelum masuk kampus tentunya sudah memiliki pengetahuan dan ilmu yang diperoleh dari berbagai pengalaman. Namun, di perguruan tinggi pengetahuan tersebut akan dikembangkan dan diuji secara akademik sehingga menjadi pemahaman keilmuan yang lebih sistematis,” ujarnya.


Di akhir kuliah umum, Rektor IAI Rawa Aopa juga menyampaikan sejumlah program unggulan yang dimiliki kampus tersebut. Salah satunya adalah kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri, termasuk kampus di Malaysia, Brunei Darussalam, dan salah satu perguruan tinggi di Jepang.


Selain itu, IAI Rawa Aopa juga memberikan perhatian kepada mahasiswa yatim dan piatu melalui program kuliah gratis hingga menyelesaikan pendidikan dan wisuda.


Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk memperoleh pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi akademiknya.


Laporan  : Marjunus 

×
Berita Terbaru Update