![]() |
| Poto : Istimewa /Dedi |
Konsel, Sultra cerdas Com - Berhentinya aktivitas operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) berdampak terhadap pekerja lokal dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, Desa Trobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan.
Sejumlah pekerja lokal yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari perusahaan kini menghadapi ketidakpastian setelah aktivitas operasional PT WIN terhenti.
Kondisi tersebut juga dirasakan pelaku usaha kecil yang selama ini mengandalkan aktivitas pekerja perusahaan sebagai bagian dari sumber pendapatan mereka.
Bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), berhentinya aktivitas perusahaan bukan hanya berkaitan dengan kehilangan pekerjaan, tetapi juga berpengaruh terhadap kemampuan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak.
Merdeka dari Keterpurukan Ekonomi
Di momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini, Warga berharap kemerdekaan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk para pekerja yang saat ini terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Bagi Warga terdampak PHK, kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang terbebas dari keterpurukan ekonomi, memiliki pekerjaan yang layak, mampu memenuhi kebutuhan keluarga, dan kembali menatap masa depan dengan penuh harapan.
Salah seorang warga Trobulu, M. Rizal mengungkapkan sebagai pekerja lokal yang terdampak PHK, menjadi pukulan keras, karena sebagai tulang punggung keluarga, harus membiayai adiknya kuliah, membiayai orang tuanya serta anak anaknya yang masi sekolah.
Sebelumnya, Rizal mengaku memiliki penghasilan tetap setiap bulan, namun setelah di PHK tidak ada lagi gaji yang ditunggu. Pupuslah harapannya.
“Setiap akhir bulan kami masih bisa bernapas lega karena ada penghasilan yang pasti untuk memenuhi kebutuhan pokok, biaya sekolah anak dan kebutuhan lainnya. Namun, sejak PT WIN tidak beroperasi, jangankan memikirkan masa depan, untuk memikirkan kebutuhan besok saja kami harus memutar otak,” ujar Rizal saat diwawancarai media ini, Sabtu (15/8/2026)
Menurut Rizal, kehilangan pekerjaan turut menimbulkan ketidak pastian bagi keluarganya. Ia berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat menghadirkan solusi bagi masyarakat yang terdampak.
“Kami hanya ingin bekerja dan memberikan penghidupan yang layak bagi anak dan istri. Kami berharap investasi tetap ada dan berjalan dengan baik sesuai aturan, sehingga roda kehidupan masyarakat di desa ini dapat kembali bergerak,” katanya.
Ia berharap, semoga segera ada jalan keluar, kesempatan kerja kembali terbuka, ekonomi masyarakat bangkit, dan para pekerja yang terdampak PHK dapat kembali berdiri dengan kehidupan yang lebih baik.
" Momentum HUT RI Ke 81, Kami berharap Merdeka secara ekonomi, bangkit dari keterpurukan, dan kembali bekerja untuk masa depan keluarga." Ujar Rizal
Dampak terhadap Usaha Warga
Dampak berhentinya aktivitas perusahaan, menurut sejumlah warga dan pelaku usaha, tidak hanya dirasakan pekerja secara langsung. Aktivitas usaha kecil yang berada di sekitar kawasan perusahaan juga disebut mengalami penurunan.
Warung makan, kios dan sejumlah usaha jasa yang sebelumnya melayani kebutuhan pekerja kini menghadapi berkurangnya pelanggan. Beberapa warung makan, misalnya, disebut harus mengurangi jumlah makanan yang diproduksi karena menurunnya permintaan.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perputaran ekonomi masyarakat di tingkat desa, terutama bagi pelaku usaha yang sebelumnya memperoleh sebagian pendapatannya dari aktivitas pekerja perusahaan.
Harapan Warga di HUT RI ke -81
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat terdampak berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan solusi, baik melalui bantuan sementara maupun program pemberdayaan dan pelatihan kerja.
Warga juga berharap aktivitas investasi dapat berjalan kembali sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta hak-hak pekerja.
Masyarakat pada prinsipnya, tidak menolak keberadaan investasi. Mereka berharap kegiatan usaha dapat memberikan manfaat ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
Warga tidak menolak investasi. Kami hanya ingin ada pekerjaan dan kepastian untuk kehidupan keluarga. Kalau investasi berjalan sesuai aturan dan masyarakat juga diperhatikan, tentu kami berharap roda ekonomi bisa kembali bergerak.
Penulis : Dedyansah
