![]() |
Koltim, Sultra cerdas com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menggelar Bimbingan Manasik bagi Jamaah Haji Reguler Tahun 1448 Hijriah / 2027 Masehi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lantai Dua Aula Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kolaka Timur dan diikuti puluhan calon jamaah haji asal Koltim.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kolaka Timur, Ahmadin, S.Hi.,M.H mengatakan kegiatan ini merupakan inisiasi manasik mandiri dari para calon jamaah haji, sementara pihaknya hanya memfasilitasi tempat dan pemateri.
"Kegiatan dari awal ini dilaksanakan agar jamaah lebih siap dan mendapatkan ilmu lebih jauh, sehingga jamaah bisa melakukan seluruh tahapan-tahapan pada saat melaksanakan haji," ujar Ahmadin.
Menurutnya, manasik sengaja digelar jauh hari sebelum keberangkatan agar kesiapan jamaah lebih matang. Jika digelar mepet dengan keberangkatan, jamaah biasanya tidak lagi fokus dengan materi.
"Kalau kegiatan ini dilaksanakan sudah dekat dengan keberangkatan, tentunya kesiapan jamaah tidak fokus dengan materinya apa yang mau dipersiapkan. Sehingga kita laksanakan mulai hari ini," jelasnya.
Kegiatan manasik mandiri ini menghadirkan pemateri mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Sulawesi Tenggara yang memberikan arahan langsung kepada jamaah terkait apa saja yang harus disiapkan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat berada di Tanah Suci.
"Kalau ada materi yang kurang, kita tambahkan lagi pada pertemuan manasik berikutnya," tambah Ahmadin.
Untuk kuota tahun ini, calon jamaah haji Kolaka Timur tercatat sebanyak 100 orang, ditambah sekitar 11 orang cadangan, sehingga total menjadi 111 orang. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.
"Karena sifatnya manasik mandiri, supaya jamaah bisa ikut agar semakin menguasai materi. Semakin mereka dengarkan semakin mereka pahami, sambil menunggu manasik resmi dari pemerintah," katanya.
Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada mitra travel umrah regional Cabang Naba Tour Koltim yang dipimpin Hj. Yuliana Usman yang turut berkoordinasi dan mendukung penuh kegiatan manasik tersebut.
Sementara itu, pemateri manasik, H. Muhammad Lalan Jaya,S.Pd.,M.Si mengatakan bekal menuju haji mabrur harus meliputi empat aspek yakni fisik, mental, ilmu, dan harta.
"Manasik ini merupakan kegiatan yang biasa dilakukan. Ada persiapan pra keberangkatan dan pasca keberangkatan calon jamaah haji, sehingga proses kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah inisiasi dari para calon jamaah," ujar mantan Kakanwil Kemenhaj Sultra tersebut.
Ia menambahkan, kegiatan manasik mandiri ini belum dibiayai oleh pemerintah, namun antusiasme jamaah sangat tinggi.
"Lebih awal kita sampaikan lebih bagus, sehingga bekal ilmu lebih siap diterima. Melihat jamaah yang antusias kita sangat apresiasi," tutupnya.
"Intinya kuota tetap terisi. Terima kasih bisa diundang dalam kegiatan ini, kita berbagi pengalaman apa yang telah saya dapatkan bisa kami sampaikan kepada orang tua kita," pungkas Lalan Jaya.
Laporan : Marjunus
