
Kolaka, Sultra Cerdas com -Tidak adanya kejelasan terkait penggunaan dana palang yang di pungut oleh pemerintah desa (Pemdes) Huko-hoko dari sejumlah perusahaan yang melintas di wilayah Desa Huko-hoko, mulai dipertanyakan warga. Pasalnya dana palang tersebut rupanya telah berlangsung lama dan mencapai puluhan juta rupiah perbulannya, akan tetapi penggunaan dana tersebut belum jelas dikemanakan.
Seperti yang diungkapkan salah satu warga Desa Huko-hoko Nakir Ismail saat ditemui media ini, Rabu (15/4/2026).
Dirinya mempertanyakan keberadaan dana tersebut, yang dinilai tidak ada transparansi penggunaan dana tersebut kepada masyarakat.
"Inikan dananya jelas pak Desa Huko-hoko terima, tapi kami masyarakat tidak tau dananya digunakan untuk apa? Apakah pak desa pake pribadi atau untuk warga. Tapi setau saya dananya tidak jelas dipergunakan untuk apa," ungkap Nakir saat ditemui media ini.
Olehnya itu, Nakir meminta kepada Pemdes Huko-hoko untuk menggelar musyawarah agar masyarakat tau seperti apa pengunaan dana tersebut.
"Pak desa harus terbuka dengan dana tersebut, agar tidak ada kecurigaan di tengah masyarakat terkait penyalahgunaan dana tersebut," tegasnya.
Hal senada dikatakan Ketua BPD Huko-hoko Uddin, dirinya mempertanyakan keberadaan dana tersebut, yang sampai saat ini belum ada kejelasan penggunaannya. Harusnya dana tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat bukan kepentingan pribadi.
" Kami saja BPD tidak mengetahui penggunaan dana tersebut. Harusnya pak desa terbuka kepada masyarakat, agar ada keterbukaan publik," kesalnya.
Uddin meminta kepada Pemdes Huko-hoko agar segera mengadakan musyawarah kepada masyarakat agar masyarakat tau terkait penggunaan dana tersebut.
"Jika pak desa tidak mau adakan pertemuan nanti kami dari pihak BPD akan melakukan pertemuan bersama masyarakat," tutupnya.
Sementara itu, Kades Huko-hoko H Sahabuddin membantah tudingan warnanya, dirinya mengaku bahwa dana palang yang dimaksud bukanlah dana palang karena Pemdes Huko-hoko tidak memiliki Perdes terkait pungutan palang. Akan tetapi yang ada itu dana sumbangan dari pihak perusahaan yang setiap bulan diterimanya.
Adapun, terkait penggunaan dana sumbangan tersebut di belanjakan untuk kepentingan pembangunan masjid di desa Huko-hoko.
"Jadi bukan dana palang dinda, tapi dana sumbangan dari perusahaan, terkait dampak adanya aktivitas kendaraan yang melintas di desa Huko-hoko, dan saya sudah sampai kepada masyarakat terkait penggunaan dana tersebut," bebernya. (Tim)