Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI

Pasang Iklan Halaman Atas

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI
.

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemuda dan Petani Desak DPR RI Ridwan Bae Tinjau Langsung Kondisi Jembatan yang Memprihatinkan di Mowila

YUK ! BACA INFORMASI DARI SULTRACERDAS.COM SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA BY MARJUNUS
Jumat, 15 Mei 2026 | Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T13:14:05Z


Konsel, Sultra cerdas com -  Sulawesi Tenggara — Kondisi infrastruktur pertanian di wilayah Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, kembali menjadi sorotan. Pemuda bersama kaum petani menyampaikan desakan kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Sulawesi Tenggara, Ir. Ridwan Bae, agar turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata akses pertanian yang hingga hari ini sangat memprihatinkan.


Akses jembatan penghubung menuju area persawahan dan perkebunan masyarakat di Desa Monapa dan sekitarnya saat ini dalam kondisi rusak berat dan hanya menggunakan konstruksi kayu seadanya. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terutama para petani yang setiap hari melintas untuk menjalankan aktivitas pertanian.


Kawasan persawahan Paramowila dan area perkebunan masyarakat yang ditunjang oleh akses tersebut diketahui memiliki luas kurang lebih 200 hektar.


Wilayah itu menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat petani di Kecamatan Mowila. Namun hingga saat ini, akses penunjang aktivitas pertanian justru berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.


Kaum petani mengaku selama bertahun-tahun harus bertaruh nyawa melewati jembatan darurat demi mengangkut hasil panen serta kebutuhan pertanian.


Ironisnya, hingga kini belum ada perhatian serius dari pihak terkait untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang layak dan permanen.


Bahkan, masyarakat petani kini lebih memilih melewati jalur alternatif yang jauh lebih panjang dibandingkan harus melintasi jembatan tersebut. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya telah terjadi insiden yang menimpa seorang petani saat melintasi jembatan darurat tersebut.


Kondisi papan yang menjadi dasar pijakan jembatan tiba-tiba patah sehingga petani bersama kendaraan yang digunakan terjatuh. Peristiwa itu menyebabkan korban mengalami trauma mendalam dan ketakutan untuk kembali melintasi jembatan tersebut.


Pemuda Mowila menilai ketimpangan pembangunan masih sangat dirasakan masyarakat pedesaan. Di tengah berbagai program pembangunan nasional, petani di wilayah tersebut justru masih dihadapkan pada akses jalan dan jembatan yang jauh dari kata layak.


“Kami meminta Bapak Ridwan Bae sebagai Wakil Rakyat Sulawesi Tenggara di DPR RI agar tidak hanya mendengar laporan di atas meja, tetapi benar-benar turun langsung melihat penderitaan petani di lapangan. Infrastruktur seperti ini tidak pantas dibiarkan terus terjadi,” tegas salah satu perwakilan pemuda dan petani.


Masyarakat berharap kehadiran DPR RI dapat mendorong percepatan pembangunan akses pertanian sehingga para petani memperoleh hak yang sama terhadap fasilitas infrastruktur yang aman, layak, dan memadai.


Selain menjadi jalur utama aktivitas petani, akses tersebut juga menunjang mobilitas masyarakat antarwilayah pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga. Kerusakan yang terus dibiarkan dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.


Tuntutan Pemuda dan Kaum Petani:


Mendesak DPR RI Ir. Ridwan Bae turun langsung meninjau kondisi infrastruktur pertanian di Kecamatan Mowila.


Mendesak pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera membangun jembatan permanen dan akses jalan tani yang layak.


Meminta adanya perhatian serius terhadap kebutuhan dasar petani sebagai penopang ketahanan pangan daerah.


Menolak pembiaran terhadap kondisi infrastruktur yang membahayakan keselamatan masyarakat petani.


Pemuda dan kaum petani menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, sementara masyarakat desa terus dipaksa bertahan dengan fasilitas yang rusak dan tidak manusiawi. 



Laporan  : team Red 

×
Berita Terbaru Update