Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI

Pasang Iklan Halaman Atas

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI
.

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HMHTN IAI Rawa Aopa Serahkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran di Desa Sambahule

YUK ! BACA INFORMASI DARI SULTRACERDAS.COM SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA BY MARJUNUS
Selasa, 04 Agustus 2026 | Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T12:04:05Z


Konsel,
sultracerdas.com - Di bawah tenda biru yang menjadi saksi bisu duka, ada pelukan, ada air mata, dan ada harapan yang kembali tumbuh, setelah melakukan penggalangan donasi dan kini diserahkan langsung kepada korban kebakaran , di Desa Sambahile, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan,  Selasa (4/8/2026)


Setelah api melahap sebuah rumah di Dusun III, hari ini halaman yang dulunya penuh tawa itu berubah menjadi tempat penyerahan bantuan. Tidak megah. Hanya tanah, kursi plastik, dan fondasi rumah yang belum sempat jadi. Tapi di sanalah kemanusiaan berbicara paling nyaring.


Himpunan Mahasiswa Hukum Tata Negara Institut Agama Islam Rawa Aopa datang tidak sendiri. Mereka datang bersama Kepala Desa Sambahule, perangkat desa, dan warga.


Penyerahan tersebut dilaksanakan secara simbolis dan di terima langsung oleh  korban, Ibu  yang mengunakan hijab ungu, menerima bantuan dari perwakilan HIMA HTN. Di sekelilingnya berdiri Kepala Desa, pengurus HIMA, dan tokoh masyarakat. Tidak ada panggung. Tidak ada pidato panjang. Yang ada hanya ketulusan.


"Kami datang bukan karena kami mampu. Kami datang karena kami merasa. Karena kami percaya, di saat saudara kami jatuh, kami wajib mengulurkan tangan,"ujar Hendarwan Supriyadi,Ketua HIMA HTN IAI Rawa Aopa, dengan suara tertahan.


Bantuan yang diserahkan merupakan hasil swadaya dan donasi civitas akademika IAI Rawa Aopa.


Kepala Desa Sambahule,berdiri paling depan mendampingi warganya. Beliau menatap puing-puing rumah yang masih berserakan, lalu menatap para mahasiswa.


"Saya sudah lama jadi Kepala Desa. Tapi baru kali ini saya lihat anak-anak kampus datang sejauh ini, panas-panasan, hanya untuk bilang ke warga saya: 'Pak, Bu, kalian tidak sendiri',"ucapnya.


"Terima kasih adik-adik HIMA Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa. Kalian telah mengajarkan kami arti gotong royong yang sesungguhnya. Bantuan ini sangat berarti. Tapi yang lebih berarti adalah kehadiran dan kepedulian kalian," lanjutnya sambil menggenggam erat tangan perwakilan mahasiswa.


Ibu penerima bantuan dalam foto itu, Ibu Neni Astria ningsi , hanya bisa mengangguk sambil memeluk map bantuan. Matanya berkaca-kaca.


"Terima kasih nak... Terima kasih Pak Kades. Kami kira sudah tidak ada yang ingat. Tapi ternyata masih ada yang mau peduli sama kami," bisiknya.


Di belakang mereka, terlihat jelas bekas kebakaran. Fondasi rumah baru yang belum jadi. Terpal biru sebagai atap sementara. Kursi plastik sebagai tempat berteduh.


Tapi di wajah para mahasiswa, perangkat desa, dan warga yang hadir, tidak ada putus asa. Yang ada hanya tekad untuk bangkit bersama.


Kegiatan ini bukan hanya tentang menyerahkan bantuan. Ini tentang mengingatkan kita semua. Bahwa hukum bukan hanya di dalam buku. Hukum adalah melindungi yang lemah.  kampus bukan hanya di dalam kelas. Kampus adalah hadir di tengah rakyat. Bahwa menjadi manusia adalah peduli ketika orang lain sedang terluka


"Terpal ini mungkin sementara. Tapi persaudaraan kita tidak,"tutup salah satu pengurus HIMA.


Api bisa membakar rumah. Tapi tidak akan pernah bisa membakar semangat Sambahule. Karena hari ini, di bawah langit yang sama, Kepala Desa Sambahule dan Mahasiswa Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa telah membuktikan: saat satu orang jatuh, akan ada banyak tangan yang mengangkat.

Penulis: deddy

×
Berita Terbaru Update