Kolaka, Sultra cerdas com - Majelis Kerajaan Mekongga (MKM) menyerahkan berkas hasil Musyawarah Tinggi Adat Dalam (MTAD) ke-III, penunjukan Bokeo Ke-XX kepada Pemda Kolaka, Selasa (26/11/2025).
Penyerahan berkas asli hasil musyawarah ini diserahkan langsung Kapita Kerajaan Mekongga, Hasdin Al Juddawie kepada Kabid Kebudayaan Dikbud Kolaka, Tasilman disaksikan pelaksanaan Bokeo YM Amran dan perangkat MKM.
Menurut Hasdin Al Juddawie, penyerahan berkas hasil Musyawarah tinggi adat dalam kepada Pemda Kolaka, sebagai bukti MKM percaya kepada Pemda untuk melihat secara fair mana pihak yang sah dan legal untuk menelorkan Bokeo Mekongga ke-XX, sebab selain MKM, ada dua kubu yang juga melakukan musyawarah, bahkan langsung pelantikan Bokeo.
Ditegaskannya, sejak awal pembentukannya eksistensi MKM memang bertugas dan bertanggung jawab dalam menunjuk, mengangkat, melantik bahkan memberhentikan Bokeo jika melanggar adat, sebab didalam susunan majelis kerajaan selain Bokeo terdapat puusara, pitu tonomotuo, kapita, Sapati, mokole dan perangkat lainnya yang bekerja menjaga marwah adat. Itu juga di SK kan Bokeo dan berlaku seumur hidup, sebab yang menjabat merupakan darah keturunan dari perangkat terdahulu.
"Jika mau obyektif, maka yang paling sah untuk menggelar musyawarah penunjukan Bokeo setelah Bokeo XIX Mangkat adalah MKM, karena kepemangkuan ini telah melakukan musyawarah pada penunjukan dan pelantikan Bokeo XVIII Almarhumah PYM Saenab Lowa dan Bokeo Ke-XIX Almarhum PYM Khaerun Dahlan," ungkapnya.
Atas dasar itulah MKM terus berjalan dan akan segerah melakukan pelantikan atau pengukuhan dan pengambilan sumpah (pinatonggo ronga tinodeha), dimana hasil musyawarah menunjuk YM Firman Guro yang merupakan anak dari YM Guro sebagai Bokeo Ke-XX.
"Kepanitiaanya sudah terbentuk. Mereka inilah yang akan membantu Pelaksana Bokeo dan MKM dalam pengukuhan Bokeo Ke-XX," kata Hasdin Al Juddawie.
Sementara Kabid kebudayaan Kolaka Tasilman saat menerima berkas hasil Musyawarah MKM mengatakan, pihak Pemda terus berupaya supaya sesama anak Mekongga terus mepokoaso, apalagi setelah terjadinya 3 pemilihan Bokeo, setelah Almarhum Khaerun Dahlan mangkat.
"Ini merupakan berkas kedua yang kami terima. Sebelumnya berkas pak Hasmito Dahlan kami sudah terima. Semua akan kami proses dan tentunya Bupati akan bijak melihat ini semua," katanya.
Menurut Tasilman, pihaknya sangat paham mekanisme organisasi, baik itu organisasi tradisional maupun modern seperti ormas dan partai politik.
"Kami paham ketika pimpinan suatu organisasi selesai masa baktinya atau kendala lain, tentunya organisasi itulah yang kembali menunjuk pimpinanannya, bukan organisasi lain. Saya kira sederhananya seperti itu," kata Tasilman. (*)
