Notification

×

Iklan

Pasang Iklan Halaman Atas

Indeks Berita

Tag Terpopuler

CNI Pastikan Sistem Pengelolaan Air Berfungsi Baik Saat Hujan Ekstrem

YUK ! BACA INFORMASI DARI SULTRACERDAS.COM SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA BY MARJUNUS
Jumat, 02 Januari 2026 | Januari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-01-02T15:15:38Z


Kolaka, Sultra cerdas com - PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) memastikan sistem pengendalian dan pengelolaan air limpasan di area tambang yang dimiliki berfungsi baik saat hujan ekstrem terjadi.


"Meskipun terjadi situasi cuaca ekstrem, sistem pengelolaan limpasan air hujan PT CNI tetap berfungsi dengan baik," kata Senior Manager Mine Operation & Support, PJS KTT Chandra Sumarah, didampingi Manager Project Development & Mining Support Dhani Rosa, Jumat (02/1/2026) terkait curah hujan yang ekstrim di Kecamatan Wolo, sekaligus menepis pemberitaan bahwa banjir diperparah masuknya buangan air sediment pond PT CNI ke aliran sungai Polewalidi.


Menurut Chandra, hujan lebat dengan intensitas sangat tinggi terjadi pada Kamis (01/01/2026) malam, pada pukul 18:30 hingga 23:00 WITA, dengan curah hujan tercatat mencapai 154 mm. Intensitas hujan tersebut merupakan yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan data Stasiun Hujan CNI. 


Chandra menyatakan, bahwa klasifikasi hujan 10 - 50 mm per jam termasuk hujan lebat, malam itu tercatat mencapai 154 mm selama 4,5 jam  (35 mm perjam). "Curah hujan lebat ini menyebabkan peningkatan debit air di seluruh area operasional CNI, termasuk daerah tangkapan air Sungai Lapaopao," katanya.


Besarnya curah hujan tersebut, menyebabkan beberapa ruas jalan tambang di dalam area operasional CNI mengalami kerusakan, sehingga memerlukan perbaikan dan penanganan teknis segera. Kondisi ini menjadi indikator kuat tingginya intensitas hujan yang terjadi, sekaligus menunjukkan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan di luar area tambang, tetapi juga pada infrastruktur internal perusahaan.


Dalam situasi cuaca ekstrem tersebut, sistem pengelolaan limpasan air hujan CNI tetap berfungsi dengan baik. Kolam-kolam pengendapan, jaringan drainase area tambang, serta gorong-gorong yang dibangun oleh PU BPJN mampu mengendalikan aliran air secara optimal.


"Hal ini dibuktikan dengan tidak terjadinya limpasan air ke Jalan Poros Kolaka, sehingga jalur lalu lintas utama tetap aman dan berfungsi normal," ungkapnya.


Meski demikian, pada puncak hujan, Sungai Lapaopao sempat meluap di beberapa titik permukiman warga di sepanjang badan sungai di Desa Lapaopao. Diduga hal ini dipengaruhi penyempitan sungai akibat aktivitas pemukiman dibantaran sungai dan adanya pendangkalan, sehingga kapasitas aliran menjadi terbatas.


Chandra mengungkapkan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar, CNI segera menurunkan satu unit excavator untuk membantu mengatasi pendangkalan Sungai Lapaopao, serta mengoperasikan dua unit water truck untuk membersihkan jalan desa yang terdampak endapan. 


"Di sisi internal, perusahaan juga langsung melakukan perbaikan bertahap pada ruas jalan tambang yang mengalami kerusakan akibat hujan ekstrem tersebut," kata Chandra Sumarah.


Begitupun Kepala Teknik Tambang (KTT) CNI, Alpi Cekdin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan ketahanan infrastruktur dan sistem pengelolaan air, memperkuat mitigasi risiko cuaca ekstrem, serta menjalin sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keselamatan, kelancaran aktivitas, dan keberlanjutan lingkungan.


Tak lupa KTT Alpi Cekdin menyampaikam ucapkan terima kasih atas masukkan dan perhatian dari pihak Pemerintah dan elemen masyarakat dalam bahu membahu bersama-sama mengatasi kejadian ini.

×
Berita Terbaru Update