Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI

Pasang Iklan Halaman Atas

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SULTRACERDAS.COM,MEDIA DARING INI TELAH TERGABUNG ANGGOTA JMSI
.

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tegakkan Keadilan Tanpa Pandang Bulu, UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra Sukses Gelar Pementasan Teater "Parabela"

YUK ! BACA INFORMASI DARI SULTRACERDAS.COM SEMOGA BERMANFAAT UNTUK ANDA BY MARJUNUS
Kamis, 02 Juli 2026 | Juli 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-03T05:13:36Z


Kendari,Sultra cerdas com -UPTD Museum dan Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses menggelar pementasan teater bertajuk "Parabela: Penegakan Hukum Adat" pada Jumat (3/7/2026). Pertunjukan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Budaya yang dikemas melalui kegiatan edukasi seni bagi masyarakat. Seluruh rangkaian pementasan berlangsung lancar di bawah pembinaan langsung Sidin Lahoga.


Lakon yang mengambil latar Balairung Baruga ini digarap dengan apik oleh penata artistik Jaswan. Suasana persidangan adat Sulawesi Tenggara yang sakral dan penuh ketegangan berhasil dihadirkan secara dramatis di atas panggung melalui penampilan para aktor, yakni Zen (Sarano Agama/hakim), Nova (Saksi 1), Devi (Saksi 2), Zaki (Putra Parabela), Nunu (Istri Parabela), Zalfa (Putri Parabela), Fandi (Parabela), dan Arsil (Algojo).


Ditemui seusai pementasan, sutradara Ahmad Ridwan Wanderer menjelaskan bahwa karya tersebut tidak sekadar diproduksi sebagai media hiburan, melainkan juga sebagai refleksi atas berbagai fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat.


"Pertunjukan ini bukan sekadar tontonan, tetapi merupakan cermin realitas yang sering kali terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin mengingatkan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa memandang status maupun hubungan keluarga," ujar Ahmad Ridwan Wanderer.


Melalui lakon ini, Ahmad Ridwan Wanderer mengangkat konflik moral mengenai penegakan hukum adat di Sulawesi Tenggara. Kisah bermula dari tindakan Putra Parabela (Zaki) yang menyalahgunakan kekuasaannya dengan memeras rakyat kecil demi memenuhi gaya hidupnya, sekaligus merusak kehormatan perempuan tanpa menunjukkan penyesalan.


Konflik mencapai puncaknya ketika Parabela (Fandi) dihadapkan pada pilihan sulit antara kasih sayang kepada anaknya atau menegakkan sumpah jabatan yang telah diikrarkan di hadapan para leluhur. Dengan hati yang hancur namun tetap teguh, Parabela memutuskan menegakkan hukum adat tanpa pandang bulu dan merelakan putranya diseret oleh Algojo (Arsil) untuk menerima hukuman sesuai ketentuan adat.


Melalui Program Pengembangan Budaya ini, UPTD Museum dan Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara berharap pementasan teater "Parabela" dapat menjadi media edukasi yang efektif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami, menghormati, dan melestarikan nilai-nilai luhur penegakan hukum adat di Sulawesi Tenggara. (*)

×
Berita Terbaru Update