
Kolaka, Sultra Cerdas com - Pertambangan nikel kerap diukur dari seberapa besar produksi yang mampu dihasilkan perusahaan. Namun, bagi PT Akar Mas Internasional (AMI), keberhasilan pertambangan tidak semata-mata ditentukan oleh capaian produksi.
Kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan lingkungan, keterlibatan masyarakat hingga kewajiban reklamasi menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan dengan aktivitas produksi.
Hal tersebut disampaikan Humas PT Akar Mas Internasional, Ismail, saat ditemui, Jumat (11/9/2026).
Menurut Ismail, PT Akar Mas Internasional merupakan perusahaan pertambangan nikel yang kepemilikannya berasal dari pengusaha lokal Kolaka. Latar belakang tersebut menjadi salah satu dorongan bagi perusahaan untuk memastikan keberadaannya turut memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Karena kami bagian dari daerah ini, tentu kami ingin keberadaan perusahaan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat dan daerah,” ujar Ismail.
Ia menjelaskan, seluruh kegiatan pertambangan harus dilaksanakan dalam koridor hukum dan regulasi yang berlaku. Aspek perizinan, Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga kewajiban sosial perusahaan menjadi bagian yang diperhatikan dalam menjalankan operasional.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan bukan hanya persoalan memenuhi kelengkapan administrasi. Dokumen lingkungan harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk dalam pengelolaan dampak kegiatan pertambangan.
Begitu pula dengan reklamasi yang menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan pertambangan.
“Komitmen kami bukan hanya bagaimana kegiatan produksi berjalan, tetapi bagaimana seluruh prosesnya tetap memperhatikan aturan, lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Mendorong Efek Ekonomi bagi Masyarakat
Selain aspek lingkungan dan regulasi, aktivitas pertambangan juga dinilai memiliki dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Kegiatan perusahaan dapat membuka peluang pada berbagai sektor pendukung, mulai dari tenaga kerja, jasa transportasi, penyedia kebutuhan operasional hingga usaha masyarakat lokal.
Karena itu, PT Akar Mas Internasional menyatakan terus membuka ruang bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat sesuai kebutuhan dan kompetensi yang tersedia.
Pelibatan masyarakat lokal tersebut diharapkan dapat menciptakan efek berganda atau multiplier effect dari keberadaan perusahaan.
“Yang kami harapkan tentu ada multiplier effect. Masyarakat sekitar juga bisa merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan,” ujar Ismail.
CSR dan Tanggung Jawab Sosial
Komitmen sosial perusahaan juga diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Program tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kemandirian ekonomi di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Bagi perusahaan tambang, kata Ismail, tantangan tidak hanya terletak pada bagaimana menjaga kegiatan produksi tetap berjalan.
Di sisi lain, terdapat tanggung jawab terhadap lahan yang digunakan, lingkungan yang harus dijaga, serta masyarakat yang akan tetap tinggal dan menjalankan aktivitas kehidupannya ketika kegiatan pertambangan suatu saat berakhir.
Karena itu, keseimbangan antara produksi, kepatuhan regulasi, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan reklamasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tata kelola pertambangan.
Di tengah geliat industri nikel di Kabupaten Kolaka, keberadaan perusahaan lokal diharapkan tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mampu membangun hubungan yang sehat dengan masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Produksi memang menjadi bagian dari pertambangan. Namun, tata kelola menentukan bagaimana pertambangan itu dijalankan.
Bagi PT Akar Mas Internasional, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan, sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat berjalan beriringan dengan kepatuhan, kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab kepada masyarakat. (*)